Keutamaan Surat Yasin

1. Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Yasin karena Allah Azza wa Jalla, Allah akan mengampuni dosanya dan memberinya pahala seperti membaca Al-Qur’an dua belas kali. Jika surat Yasin dibacakan di dekat orang yang sedang sakit, Allah menurunkan untuknya setiap satu huruf sepuluh malaikat. Para malaikat itu berdiri dan berbaris di depannya, memohonkan ampunan untuknya, menyaksikan saat ruhnya dicabut, mengantarkan jezanahnya, bershalawat untuknya, menyaksikan saat penguburannya. Jika surat ini dibacakan saat sakaratul maut atau menjelang sakaratul maut, maka datanglah padanya malaikat Ridhwan penjaga surga dengan membawa minuman dari surga, kemudian meminumkan padanya saat ia masih berada di ranjangnya, setelah minum ia mati dalam keadaan tidak haus, sehingga ia tidak membutuhkan telaga para nabi sampai masuk ke surga dalam keadaan tidak haus.” (Tafsir Nur Ats-tsaqalayn 4/372).

2. Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW. bersabda: “Barangsiapa yang mendatangi pekuburan lalu membaca surat Yasin, maka pada hari itu Allah meringankan siksaan mereka, dan bagi yang membacanya mendapat kebaikan sejumlah penghuni kubur di pekuburan itu.” (Tafsir Nur Ats-tsaqalayn 4/373).

3. Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa): “Sesungguhnya setiap sesuatu mempunyai hati, dan hati Al-Qur’an adalah surat Yasin. Barangsiapa yang membacanya sebelum tidur atau di siang hari sebelum bepergian, maka hari itu sampai sore hari ia tergolong pada orang-orang yang terjaga dan dikaruniai rizki. Barangsiapa yang membaca di malam hari sebelum tidur, Allah mengutus seribu malaikat untuk menjaganya dari keburukan semua setan yang terkutuk dan dari setiap penyakit; jika ia mati pada hari itu, Allah akan memasukkannya ke surga, tiga ribu malaikat hadir untuk memandikannya, memohonkan ampunan untuknya, mengantarkan ke kuburnya sambil memohonkan ampunan untuknya; ketika ia dimasukkan ke liang lahatnya para malaikat itu beribadah kepada Allah di dalam liang lahatnya dan pahalanya dihadiahkan kepadanya, kuburan-nya diluaskan sejauh batas pandang, diamankan dari siksa kubur, dan dipancarkan ke dalam kuburnya cahaya dari langit sampai Allah membangkitkannya dari kuburnya…” (Kitab Tsawabul A’mal, hlm 111).

Posted in Keutamaan Surat-Surat Dalam Ayat Suci Al-Quran | Leave a comment

Keutamaan Surat Al-Waqiah

Ubay bin Ka’b berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Wâqi’ah, ia akan dicatat sebagai orang yang tidak tergolong pada orang-orang yang lalai.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5: 203).

Abdullah bin Mas’ud berkata bahwa Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah, ia tidak akan ditimpa kefakiran selamanya.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5: 203).

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah pada malam Jum’at, ia akan dicintai oleh Allah, dicintai oleh manusia; tidak akan  melihat kesengsaraan, kefakiran, kebutuhan, dan penyakit dunia. Surat ini adalah bagian dari sahabat Amirul Mukimin (sa) yang bagi beliau memiliki keistimewaan yang tidak tertandingi oleh yang lain.” (Tafsir Nur Ats-Tsaqalayn 5: 203).

Imam Ja’far Ash-Shadiq (sa) berkata: “Barangsiapa yang merindukan surga dan sifatnya, maka bacalah surat Al-Waqi’ah; dan barangsiapa yang ingin melihat sifat neraka, maka bacalah surat As-Sajadah.” (Tsawabul A’mal: 117). 

Imam Muhammad Al-Baqir (sa) berkata: “Barangsiapa yang membaca surat Al-Waqi’ah sebelum tidur, ia akan berjumpa dengan Allah dalam keadaan wajahnya seperti bulan purnama.” (Tsawabul A’mal: 117). 

Posted in Keutamaan Surat-Surat Dalam Ayat Suci Al-Quran | Leave a comment

Sahur yang Ideal Agar Puasa Tidak Lemas

 Selama berpuasa tubuh tidak mendapatkan asupan makanan maupun cairan sekitar 14 jam, karena itu peran dari sahur sangat penting. Menu yang dikonsumsi saat sahur bisa mempengaruhi kondisi seseorang selama berpuasa.

Bagaimana sahur yang ideal agar tidak lemas saat menjalani puasa?

“Agar memiliki tubuh yang bugar saat berpuasa, maka menu karbohidrat yang ideal untuk sahur adalah ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah dan buah-buahan,” ujar Dr Phaidon L Toruan MM seperti dikutip dari rilisnya, Selasa (10/8/2010).

Jenis karbohidrat ubi, jagung, singkong, oatmeal, roti gandum, nasi merah merupakan karbohidrat kompleks yang kadar gulanya rendah dan menahan kenyang lebih lama hingga 6 jam.

Karbohidrat kompleks ini bisa disimpan di liver dan otot sebagai glikogen (zat sebelum menjadi glukosa). Jika tubuh kekurangan energi, cadangan glikogen inilah yang akan dipecah menjadi glukosa sebagai sumber energi.

Sedangkan karbohidrat sederhana seperti makanan yang mengandung kadar gula tinggi, ketika dicerna akan langsung menjadi energi dengan cepat dan meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat sederhana tidak bisa menyimpan cadangan glikogen.

Dr Phaidon menuturkan ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat sahur agar seseorang bisa tetap bugar dan tidak lemas selama melaksanakan puasa, yaitu:

1. Saat sahur sebaiknya mengonsumsi karbohidrat kompleks.
Hal ini disebabkan karbohidrat kompleks akan lebih lambat dipecah atau dicerna menjadi gula darah, dengan demikian gula darah akan tetap stabil (tidak mengalami fluktuasi yang tinggi). Selain itu karbohidrat kompleks juga sangat membantu proses metabolisme energi tubuh.

2. Mengonsumsi buah dan sayur saat sahur.

Berpuasa bagi tubuh adalah salah satu program detoksifikasi. Pada kondisi ini usus besar akan diistirahatkan dan tubuh berkesempatan membuang ampas hasil metabolisme, seperti sisa-sisa makanan khususnya daging yang membusuk di usus besar akan dibersihkan. Salah satu alat pembersih utamanya adalah serat tidak larut yang terdapat di dalam sayuran.

Sedangkan buah-buahan yang dikonsumsi saat sahur berguna untuk menyuplai antioksidan yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta membantu detoksifikasi seluler.

3. Mengurangi konsumsi gorengan.
Gorengan yang dikonsumsi seseorang akan membuat sel darah merahnya menggumpal seperti pacar cina. Jika kondisi ini terjadi akan menyebabkan aliran oksigen menjadi berkurang hingga 20 persen, akibatnya seseorang akan mengantuk pada saat siang hari.

Karena itu agar tetap bisa beraktivitas selama puasa dan tubuh tidak merasa lemas, maka tak ada salahnya untuk memperhatikan asupan makanan saat sahur.

4. Kurangi yang manis-manis
Makanan manis akan membuat tubuh melepaskan insulin dengan cepat sehingga memicu rasa cepat lapar. Fungsi insulin adalah memasukkan gula dari dalam darah ke dalam sel-sel tubuh dan digunakan sebagai sumber energi.

Makanan yang manis hanya bertahan 2 jam setelah dimakan. Padahal kita harus menahan puasa selama 14 jam jadi akan ada waktu 12 jam kondisi tubuh akan lemas.

5. Cukup minum air putih
Yang juga harus menjadi perhatian adalah cukup minum air putih agar kebutuhan cairan dalam tubuh tidak terganggu.

Sedangkan minum kopi ketika sahur sebaiknya dihindari karena kopi seperti juga soft drinks adalah diuretic yang bukannya memberikan air untuk tubuh tapi malah menghabiskannya. Ini karena pemrosesan gula tingkat tinggi memerlukan sejumlah besar air dalam tubuh. (ver/ir/detik.com)

Posted in Seputar Ramadhan | Leave a comment

Sejarah Islam Di Rusia

 Islam di Rusia adalah agama terbesar kedua[1] setelah Kristen Ortodoks[2], yakni sekitar 21 – 28 juta penduduk atau 15 – 20 persen dari sekitar 142 juta penduduk. Kehidupan Muslim di Rusia saat ini juga kian membaik dibanding masa Komunis dulu. Untuk pertama kalinya dalam sejarah Rusia, pemimpin Rusia (Vladimir Putin) memasukkan menteri Muslim dalam kabinetnya dan mengakui eksistensi Muslim Rusia.

1. Sejarah

Muslim pertama di wilayah Rusia terkini adalah masyarakat Daghestani di (kawasan Derbent) selepas pentaklukan Arab (abad ke-8). Negeri Muslim yang pertama adalah Volga Bulgaria pada tahun 922. Kaum Tatar mewarisi agama Islam dari negeri itu. Kemudian kebanyakan orang Turki Eropa dan Kaukasia juga menjadi pengikut Islam. Islam di Rusia telah mempunyai kewujudan yang lama, melebarkan ke seawal penaklukan kawasan Volga Tengah pada abad ke-16, yang membawa orang Tatar dan berkenaan Orang Turki di Volga Tengah ke dalam negeri Rusia. Pada abad ke-18 dan ke-19, taklukan Rusia di Caucasus Utara membawa orang-orang Muslim dari kawasan ini– Dagestan, Chechen, Circassia, Ingush, dan lain-lain ke dalam negara Rusia.

Kievan Rus juga telah dapat kesempatan untuk memeluk Islam dari misionaris Volga Bulgaria, tetapi orang Slavia Timur menerima agama Kristen.

Mayoritas Muslim di Rusia mengikuti ajaran Islam Sunni. Dalam beberapa kawasan, terutama di Chechnya, ada tradisi Sufisme, sebuah variasi bermistik Islam yang menegaskan pada carian jalan seorang individu bersatu dengan Tuhan. Ritual Sufi, diamalkan untuk memberikan orang Chechen semangat kuat untuk menolak tekanan orang asing, telah menjadi legenda di antara pasukan Rusia yang melawan orang Chechen pada zaman Tsar. Orang Azeri juga pada sejarah dan masih lagi pengikut Islam Syiah, disaat republik mereka terpisah dari Uni Soviet, banyak orang Azeri yang datang ke Rusia untuk mencari pekerjaan.

Qur’an pertama yang dicetak diterbitkan di Kazan, Rusia pada 1801. Satu lagi fenomena yang terjadi adalah gerakan Wäisi.

2. Demografi

Menurut United States Department of State, terdapat sekitar 21-28 juta jumlah penduduk Muslim di Rusia, sekurang-kurangnya 15-20 persen jumlah penduduk negara ini dan membentukkan agama minoritas yang terbesar. Masyarakat besar Islam dikonsentrasikan di antara warga negara minoritas yang tinggal diantara Laut Hitam dan Laut Kaspia: Adyghe, Balkar, Nogai, Orang Chechnya, Circassian, Ingush, Kabardin, Karachay, dan banyak bilangan warga negara Dagestan. Di Volga Basin tengah ada penduduk besar Tatar dan Bashkir, kebanyakan mereka Muslim. Banyak Muslim juga tinggal di Perm Krai dan Ulyanovsk, Samara, Nizhny Novgorod, Moscow, Tyumen, dan Leningrad Oblast (kebanyakannya kaum Tatar).

3. Masjid

Secara resmi jumlah masjid di Rusia mencapai 4750 masjid, namun jumlah sebenarnya jauh lebih besar dan terus bertambah. Di Dagestan saja terdapat antara 1600 – 3000 masjid. Dalam sepuluh tahun terakhir jumlah masjid di Tatarstan telah melebihi 1000. Di ibukota Rusia dengan jumlah pemeluk Islam yang melebihi 1 juta orang terdapat 20 komunitas Muslim dan 5 masjid. Menurut pakar data Rusia, sedikitnya terdapat 7000 masjid di Rusia.[1]

4. Organisasi

Menurut data register negara, kini telah tercatat 3345 organisasi keagamaan Muslim lokal. Jumlah terbesar organisasi-organisasi keagamaan Muslim terdaftar di daerah Volga (1945), diikuti Kaukasus Utara (980) dan Ural (316). Sedangkan jumlah organisasi keagamaan Muslim di daerah lainnya lebih kecil.[1]

Mayoritas Muslim di Rusia adalah Sunni. Terdapat dua Mazhab di Rusia, yaitu Mazhab Shafii di Kaukasus Utara dan Mazhab Hanafi di wilayah negara lainnya.

<— Salah Satu Foto Sholat Berjamaa Umat Muslim di Rusia

 

 

 

Tiga organisasi Muslim menurut status dewan federal (pusat) adalah:

* Dewan Mufti Rusia (berbasis di Moskwa). Pemimpinnya Mufti Ravil Gainutdin. Dewan ini memimpin 1,686 komunitas.
* Administrasi Keagamaan Pusat dari Muslim Rusia (berbasis di Ufa). Dipimpin oleh Mufti Talgat Tadzhuddin dan mempersatukan 522 komunitas.
* Pusat Koordinasi Muslim di Kaukasus Utara yang dipimpin oleh Ismail Berdiyev, Mufti Karachai-Cherkassia dan wilayah Stavropol, dan terdiri dari 830 komunitas. (putrahermanto.wordpress.com)

Posted in Sejarah Islam di Dunia | Leave a comment

Masjid Merah Di Jantung Kota Kolombo

Masjid Jamiul Alfar adalah salah satu masjid tertua di kota Kolombo dan merupakan ikon pariwisata di ibukota Sri Lanka ini. Ciri khas desain arsitektur masjid ini adalah ornamen atau dekoratif dinding belang merah dan putih yang menghiasi bagian luar bangunan masjid.

Namun dibandingkan warna putih, warna merah tampak lebih mendominasi. Karenanya, ada yang menyebut masjid ini dengan nama Samman Kottu Palli (dalam bahasa Tamil asli) atau Rathu Palliya (dalam bahasa Sinhala), dan Masjid Merah (dalam bahasa Inggris).

<—– Foto masjid Merah Di Kota Kolombo

Masjid ini berada di daerah sentra bisnis kota Kolombo, Pettah. Tepatnya di perempatan jalan Puraokottai, yang merupakan jalanan kedua terbesar di Kolombo. Mulai dibangun pada tahun 1908 dan selesai tahun 1909. Bangunan masjid dirancang oleh HL Saibo Lebbe.

Menurut website resmi yang dikelola oleh Masjid Jamiul Alfar, redmasjid.com, disebutkan bahwa keberadaan masjid ini bermula dari para saudagar Muslim asal India yang melakukan perjalanan bisnis dan singgah di wilayah ibu kota Sri Lanka saat ini. Karena seringnya mereka singgah di wilayah tersebut, maka keberadaan bangunan tempat ibadah menjadi persoalan serius kala itu.

Kemudian atas inisiatif para pedagang Muslim ini, maka kemudian dibangunlah sebuah masjid di sana. Keberadaan bangunan masjid ini, pada akhirnya mendorong beberapa di antara mereka untuk tinggal dan menetap di wilayah tersebut. Para keturunan pedagang Muslim asal India inilah yang saat ini menjadi bagian dari kelompok minoritas Muslim Sri Lanka.

Masjid Jamiul Alfar merupakan salah satu bangunan berarsitektur unik yang terdapat di Sri Lanka. Arsitektur yang terdapat pada bangunannya memperlihatkan kekayaan akan nilai kebudayaan Islam yang dipadu dengan kemegahan bangunan kastil di Inggris.

Sementara detil struktur bagian luar masjid yang didominasi warna merah dan putih menampilkan efek ‘kue lapis’. Namun, penggunaan warna merah tersebut tidak menghilangkan nilai spiritual yang terdapat pada bangunan megah ini. Justru warna merah mencolok ini menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan dan para pelaku bisnis yang berkunjung ke Kolombo. Sedangkan dinding bagian dalam didominasi oleh warna hijau toska.

Tidak hanya menampilkan efek kue lapis berwarna merah-putih, sang arsitek juga berupaya mengedepankan pola lengkungan (archway) pada bagian atap dinding. Pola archway ini digunakan hampir pada setiap pintu masuk yang menghubungkan bagian halaman dalam masjid dengan ruang tempat shalat di lantai dasar.

Seperti lazimnya bangunan sebuah masjid, Masjid Jamiul Alfar juga memliki menara. Jumlah keseluruhan menara yang terdapat pada bangunan masjid ini sebanyak empat belas buah, terdiri dari dua menara berukuran sedang dan sisanya berukuran kecil. Lokasinya yang berada tepat di tengah pusat keramaian, membuat di setiap sudut pada bagian atap masjid terdapat sebuah pengeras suara yang di waktu-waktu tertentu mengumandangkan suara adzan.

Pada saat awal dibangun tahun 1908, masjid ini memiliki kapasitas 1500 orang jamaah. Namun seiring dengan perkembangan Islam di Sri Lanka, jumlah jamaah shalat Masjid Jamiul Alfar terus bertambah. Maka di tahun 1975, dilakukan perluasan terhadap bangunan masjid, yakni dengan membangun gedung tambahan yang berdekatan dengan bangunan lama masjid.

Dengan perluasan tersebut, kini kapasitas keseluruhan bangunan masjid mampu menampung sekitar 5.000 jamaah secara bersamaan dan menjadikan Masjid Jamiul Alfar sebagai masjid terbesar di Sri Lanka. Pada hari biasa, jumlah jamaah shalat di masjid ini mencapai 2 ribu orang. Sedangkan di bulan Ramadhan tercatat lebih dari 3 ribu jamaah memadati masjid ini pada saat waktu shalat tiba. (Red: Budi Raharjo | Rep: Nidia Zuraya | republika.co.id)

Posted in Sejarah Islam di Dunia | Leave a comment

Sejarah Islam Di Mexico

Suku Indian di Meksiko berbondong-bondong memeluk agama Islam. Pemerintah pun mulai ‘gerah’. Setelah lama menjadi basis penganut Katolik, wilayah selatan Meksiko secara cepat berubah bagai medan pencarian iman. Termasuk pula agama Islam, yang tercatat berhasil menanamkan pengaruhnya setelah ratusan kaum Indian Maya beralih menjadi Muslim. Dan pemerintah Meksiko pun dibuat khawatir terhadap merebaknya ‘benturan budaya’ di halaman belakang mereka sendiri.

“Dalam agama Islam, tidak mengenal perbedaan suku serta etnis,” ungkap seorang mualaf dari suku Maya kepada media Jerman, Der Spiegel, saat ditanya alasannya berpindah agama. Ia mengaku belajar banyak agama sebelum akhirnya memilih Islam sebagai agamanya.

Rasa antusiasmenya terhadap agama ini bisa dimengerti. Di kampung halamannya di Chiapas, wilayah paling miskin di Meksiko, suku tradisional kerap dipandang sebagai warga kelas dua. Orang kulit putih dan Mestizos pun selalu mengancam mereka. Bahkan, di kota San Cristobal de las Casas, kota terbesar di selatan, orang-orang asli Indian harus menyingkir ke jalan ketika ada orang kulit putih mendekati mereka di trotoar.

Namun kehidupan terus berjalan. Gomez, 23, misalnya, memeluk agama Islam sejak delapan tahun lalu. Dia sudah mengganti namanya menjadi Ibrahim dan berhaji. Menurut penuturannya, sekitar tujuh tahun lalu, memeluk islam bagi suku Indian di wilayah tersebut masih menjadi sesuatu yang anomali. Tetapi kini, Muslimah berjilbab sudah merupakan pemandangan biasa yang bisa ditemui di jalan-jalan kota San Cristobal.

Sekitar 300 Indian dari suku Tzozil, juga telah beralih memeluk Islam dalam beberapa tahun belakangan dan jumlahnya masih terus meningkat. Fakta tersebut jelas merisaukan pemerintah Meksiko. Akibatnya, pemerintah mencurigai para mualaf ini dengan tuduhan melakukan aktivitas subversif dan telah menyebar agen dinas rahasia untuk mengamati suku Maya-Muslim ini. Presiden Meksiko Vincente Fox mengaku khawatir terhadap pengaruh kaum fundementalis radikal Alkaidah di wilayah itu.

Kendati demikian, kaum Indian tidak mau terpengaruh dengan kekhawatiran dari pemerintah, mulai dari tuduhan menjadi kaum ekstrimis, mancampuri urusan politik, atau apa pun namanya. Hanya satu hal yang mereka ingin lakukan, yakni beribadah sebaik-baiknya.

Para mualaf itu kebanyakan menganut Islam Suni, khususnya faham Murabitun yang didirikan oleh Ian Dallas, seorang Skotlandia yang beralih ke Islam. Pengikut faham Murabitun melaksanakan ajaran Islam yang melarang mengambil bunga/keuntungan dari aktivitas peminjaman uang dan melakukan dakwah sesuai perintah Alquran.

“Mereka ingin memperbaiki kondisi berdasarkan kaidah Islam,” ucap seorang ahli antropolog, Gaspar Marquecho, peneliti umat Muslim di Chiapas. “Penolakan mereka terhadap kapitalisme tidak berbeda dengan kritik yang kerap dilontarkan oleh kaum sayap kiri terhadap dampak globalisasi.”

Siapa ‘misionaris’ Muslim di kalangan suku Indian Maya? Sebuah fakta menyebutkan, ketika suku Maya-Muslim di Chiapas belum lama mendapat perhatian besar, maka peralihan agama ke Muslim di kalangan suku Tzotzil sudah berlangsung cukup lama. Pada pertengahan tahun 1990-an, serombongan umat Muslim dari Spanyol berangkat menuju kawasan Amerika Latin untuk berdakwah. Mereka dipimpin oleh Aureliano Perez, atau dikenal juga sebagai Emir Nafia. Ia kini dianggap sebagai pimpinan spiritual oleh suku Maya.

Aureliano kemudian menawarkan kepada kaum Zapatista untuk berjuang bersama di bawah Komandan Marcos, sebagai sekutu ideologi-agama. Marcos enggan untuk menjalin pakta yang agak ‘aneh’ ini, akan tetapi, para pendakwah tadi menemukan hal lain; suku Tzotzil merangkup sebagian besar anggota Zapatista dan mereka ternyata cukup terbuka menerima dakwah-dakwah Islam.

Perebutan pengaruh spiritual di Chaipas bukanlah sesuatu yang baru. Pada abad ke-16, bangsa Spanyol memakai cara-cara kekerasan agar suku Indian memeluk Katolik. Pertengahan milenium ini, para pengkhotbah evangelis dari Amerika mengubah kawasan Amerika Latin sebagai ladang pencarian spiritual gereja. Di kota San Juan Chamula saja ada sebanyak 11 kelompok agama yang masing-masing mencari pengikut dari suku Indian.

Karena sudah ada sejak lama, maka Katolik masih menjadi yang terbesar hingga kini. Saat harus berhadapan dengan kian kuatnya kegiatan evangelis, mereka menjadi khawatir terhadap memudarnya pengaruh yang sudah mereka tanamkan.

Langkah pencegahan pun ditempuh. Sekitar 30 ribu Indian penganut Protestan kemudian diusir keluar dari kota San Juan Chamula dalam tiga dekade terakhir dan menjadi pengungsi. Kebanyakan mereka tinggal di luar kota San Cristobal. Terputus dari akar budaya dan agama, suku Indian ini kemudian berusaha mencari ketenangan jiwa.

“Dalam Islam, para Indian tadi menemukan nilai-nilai asli mereka,” kata Esteban Lopez, sekretaris jenderal komunitas Muslim Spanyol. “Kaum non-Muslim telah merusak budaya mereka.”

Dia menggambarkan penyebaran alkohol sebagai bukti. Minuman keras tersebut beredar luas di kalangan Indian Tzotzil. Namun larangan keras Islam terhadap minuman memabukkan sanggup mencegah suku Indian itu dari bahaya kecanduan miras dan lingkaran kemiskinan.

Kini di San Cristobal, suku India Maya-Muslim sudah dapat menjalankan aktivitas secara bebas. Ada yang membuka restoran piza dan menjadi tukang kayu. Banyak kalangan melihat mereka sebagai pekerja keras dan rendah hati.

Demikian juga kehidupan beragama dan pendidikan. Sebuah sekolah Alquran sudah dibuka. Di sana, para siswa belajar bahasa Arab dan shalat lima waktu, bertempat di ruang belakang gedung itu. Di sisi lain, jumlah penganut Muslim terus bertambah, dan ini antara lain dipicu oleh syiar Islam yang dilakukan dari sesama anggota keluarga.

Anastasio Gomes, misalnya, berhasil mengislamkan hampir seluruh anggota keluarganya. Dia begitu bahagia bisa mengislamkan kakeknya yang sudah berusia 100. “Dia sudah beralih dari satu agama ke agama lain selama hidupnya. Tapi sekarang, dia sudah menemukan kedamaian dalam naungan Allah SWT,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

<—– Salah Satu Foto Masjid di Kota Mexico

Agama Islam sampai ke Meksiko melalui perantara imigran asal Timur Tengah. Adalah sebuah buku karya Pascual Almazan berjudul Un hereje y Un Musulman yang mengisahkan seorang Muslim bernama Yusof bin Alabaz, menjadi petunjuk tentang kedatangan Islam pertama kali ke negara ini.

Berdasarkan buku tersebut, Yusof hidup pada abad ke-16. Dia tinggal di Andalusia namun selamat dari serbuan balasan kaum Nasrani di sana. Yusof lantas melarikan diri ke Maroko.

Akan tetapi, di tengah perjalanan, dia ditawan oleh perompak yang kemudian membawanya ke Meksiko. Karena takut dijadikan budak, dia pun berusaha melepaskan diri dan berhasil. Setelah itu, beberapa tahun kemudian Yusof tinggal di sebuah kawasan bernama Veracruz dan menyebarkan agama Islam kepada penduduk setempat.

Dari situlah, agama Islam berkembang ke seluruh wilayah negeri. Terlebih ketika kian banyak berdatangan para imigran dari Timur Tengah. Begitulah sejarahnya. Tidak ada bukti konkret yang menyebutkan bahwa Islam telah ada di negara tersebut sebelum datangnya imigran Arab.

Saat ini di negara tersebut memang banyak terdapat imigran Timur Tengah. Mereka berasal dari Lebanon, Maroko, Mesir, dan Suriah. Namun, tidak diketahui berapa jumlah pemeluk Islam di antara mereka. Barulah ketika dosen dari Georgetown University, Theresa Velcamp, mengadakan penelitian tahun 1999, diketahui sedikit banyak tentang mereka.

Menurut dia, imigran asal Suriah dan Lebanon merupakan komunitas imigran terbesar dengan estimasi 200 ribu jiwa. Selain itu, umat Muslim kebanyakan tinggal di kota-kota besar seperti Mexico City, Monterey, Guadalajara, Ciudad Obregon, dan Chiapas.

Posted in Sejarah Islam di Dunia | Leave a comment

73 Golongan Umat Nabi Muhammad SAW

Check out 73 Golongan Umat Nabi SAW

Posted in Uncategorized | Leave a comment